Sel. Okt 27th, 2020

LONDON, ENGLAND - OCTOBER 05: Cesc Fabregas of Chelsea and Alexis Sanchez of Arsenal battle for the ball during the Barclays Premier League match between Chelsea and Arsenal at Stamford Bridge on October 4, 2014 in London, England. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)

Kondisi yg Dapat Menciptakan Arsenal Jungkalkan Chelsea | Game bola

Kondisi yg Dapat Menciptakan Arsenal Jungkalkan Chelsea | Game bola

Game bola | Laga besar kembali tersaji di lanjutan Liga Primer Inggris 2016/2017. Memasuki minggu keenam, dua kesebelasan asal London bakal saling bertemu padaSabtu (24/9/2016); Arsenal menghadapi Chelsea, di Emirates Stadium.

Kondisi yg Dapat Menciptakan Arsenal Jungkalkan Chelsea | Game bola

Melihat klassement sementara, dua kesebelasan menempati peringkat empat & lima dgn 10 poin. Keduanya hanya terbedakan oleh selisih gol yg terpaut satu saja. Keduanya pun sama-sama menorehkan tiga kemenangan, satu kali seri & satu kali imbang.

Tapi pada laga ini, Arsenal patut diunggulkan. Ada sekian banyak elemen yg menciptakan kubu tuan rumah tampaknya akan dapat menaklukkan Chelseapada tengah malam nanti.

Lini Pertahanan Arsenal Makin Kokoh

Walaupun pernah tampil kurang meyakinkan pada dua laga awal periode ini, Arsenal sejak mulai kembali ke jalur kemenangan. Di lima laga berikutnya di segala ajang, skuat besutan Arsene Wenger ini sukses menorehkan empat kemenangan. Satu turnamen yang lain berakhir imbang waktu bertandang ke kandang Paris Saint-Germain di Liga Champions.

Salah satu kunci kesuksesan dari rentetan hasil positif Arsenal ini merupakan lini pertahanan Arsenal yg sudah menemukan potensi terbaiknya.Walaupun masih tidak dengan Gabriel Paulista & Per Mertesacker yg mengalami cedera, perlahan lini pertahanan Arsenal mulai menemukan wujudterbaiknya.

Sejak pulihnya Laurent Koscielny, lini pertahanan Arsenal benar-benar jadi lebih aman. Kedatangan Koscielny membuat siapapun duetnya, baik itu Rob Holding ataupun Skhodran Mustafi, menjadikan Arsenal tidak gampang ditaklukkan lini serang lawan.

Aspek ini terbukti dgn apa yg telah tersaji di tujuh kompetisi yg telah dijalani Arsenal. Sesudah kebobolan empat gol di laga pertama Liga Primer menghadapi Liverpool, Arsenal tidak pernah lagi kebobolan lebih dari satu gol. Dari enam laga, dua clean sheet sukses ditorehkan (waktu hadapi Leicester City & Nottingham Forest).

Koscielnya sendiri telah mulai kembali membela Arsenal, sesudah bermasalah dengan kebugaran, sejak menghadapi Leicester. Sementara Mustafi mulaimembela Arsenal pada kejuaraan keempat dikala menjamu Southampton. Kepada laga melawan Nottingham di EFL Cup, Arsenal mengistirahatkan keduanya bersama memasang duet Holding & Gabriel.

Bahkan tidak cuma Koscielny & Mustafi yg diistirahatkan, seluruhnya pemain utama Arsenal tidak dimainkan pada laga melawan Nottingham. Karenanya,dikala menghadapi Chelsea, Arsenal dapat tampil dengan kemampuan penuh.

Kemungkinan besar, pemain yg berlaga menghadapi Nottingham tak ingin masuk susunan pemain penting kala menghadapi Chelsea. Oleh dikarenakanitu, Granit Xhaka yg kembali menempa gol spektakuler ke gawang Hull City & Nottingham, yg main-main penuh kepada laga melawan Nottingham, tampaknya mesti merelakan kembali posisi double pivot terhadap Santi Cazorla & Francis Coquelin.

Susunan pemain utama menghadapi Chelsea tampaknya dapat kembali sama dgn susunan pemain yg diturunkan Wenger dikala menaklukkan Hull Citybersama score 4-1. Mengingat Olivier Giroud yg sempat memperoleh masalah cedera, Alexis Sanchez bakal diplot kembali sbg penyerang tengah.

Soal lini serang, Arsenal memang lah tidak perlu mengkhawatirkannya. Dari tujuh laga, cuma sekali skuat berjuluk The Gunners ini tidak sanggupmembentuk gol (waktu hadapi Leicester City). Bahkan total 17 gol sudah diciptakan Arsenal sampai kini, yg menciptakan mereka setidaknya mempunyairataan lebih dari dua gol per pertandingan.

Dgn lini pertahanan yg kokoh, kerja keras & produktivitas di lini depan tak bakal tersia-siakan. Tengok saja ketika Arsenal menghadapi Liverpool,walaupun sukses menempa tiga gol, lini pertahanan yg buruk menciptakan Arsenal mesti kebobolan empat kali. Faktor itu pasti saja tak boleh terulang.

Absennya John Terry Meninggalkan Lubang di Lini Pertahanan Chelsea

Apa yg sedang dialami Arsenal diatas berbanding terbalik dgn yg dialami Chelsea, khususnya di lini pertahanan. Saat Arsenal sudah menemukan skema ideal di lini pertahanan, Chelsea masihlah kelimpungan disaat menghadapi serangan lawan-lawannya.

Indikasi ini terlihat dengan Chelsea yang baru menorehkan sekali clean sheet dari tujuh laga yang mereka sudah jalani. Bahkan sembilan gol telah bersarang ke gawang Chelsea, yang artinya Chelsea selalu kebobolan di setiap pertandingan.

Hanya Burnley yang gagal mencetak gol ke gawang Chelsea. Bristol Rovers, yang bermain di League One atau divisi tiga Liga Inggris, berhasil mencetak dua gol meski Chelsea saat itu menurunkan beberapa pemain utamanya di lini pertahanan seperti Branislav Ivanovic, Cesar Azpilicueta dan Gary Cahill.

Tak seperti Arsenal, Chelsea memang memainkan beberapa pemain utamanya saat berlaga di Piala Liga Inggris, termasuk saat menghadapi Leicester City tengah pekan lalu, khususnya di lini pertahanan. Selain Azpilicueta dan Cahill, David Luiz pun bermain penuh selama 120 menit.

Cederanya John Terry, yang absen sejak menghadapi Liverpool, menambah masalah di lini pertahanan Chelsea. Sang manajer, Antonio Conte, menyoroti lemahnya kordinasi di lini pertahanan Chelsea saat kaptennya tersebut absen.

Apa yang dikatakan Conte tersebut merujuk pada dua gol yang dicetak Liverpool. Hal ini kembali terjadi ketika dua gol diciptakan Leicester, di mana Shinji Okazaki mencetak gol dengan mudah karena buruknya kordinasi di lini pertahanan Chelsea.

Meski lini pertahanan sedang tidak dalam kondisi terbaik, lini serang Chelsea masih menunjukkan kualitasnya. Total 16 gol sudah dicetak skuat besutan Conte tersebut, yang artinya setidaknya memiliki rataan mencetak dua gol dalam satu pertandingan.

Kelebihan lini serang Chelsea sendiri adalah kemampuan mereka dalam mengejar ketertinggalan. Meski tertinggal lebih dulu, Chelsea selalu berhasil mengejar atau bahkan membalikkan keadaan. Saat menghadapi Watford, Swansea, dan Leicester, Chelsea harus kebobolan terlebih dahulu.

Begitu juga ketika kalah dari Liverpool, Chelsea sempat tertinggal dua gol sebelum Diego Costa memperkecil keadaan, walau akhirnya tetap kalah. Gol-gol di babak kedua menjadi salah satu keunggulan Chelsea di bawah asuhan Conte. Terlebih penyerang andalan The Blues, Diego Costa, tampil konsisten dengan mencetak lima gol dari lima penampilan di Liga Primer. Bukan tidak mungkin hal ini akan membuat laga nanti tercipta banyak gol dari kedua tim.

Kelemahan di Lini Pertahanan Chelsea adalah Kelebihan Arsenal

Melawan Arsenal, lini pertahanan Chelsea tampaknya akan cukup kerepotan. Hal ini dikarenakan kelemahan di lini pertahanan Chelsea merupakan kelebihan yang dimiliki lini serang Arsenal.

Arsenal begitu andal dalam menyerang lewat sayap, di mana pada area tersebut terdapat dua full-back yang kerap melakukan overlap; Hector Bellerin dan Nacho Monreal, serta dua winger eksplosif seperti Alex Iwobi dan Theo Walcott. Sementara Chelsea begitu kewalahan menghadapi serangan sayap, seperti gol-gol Liverpool dan Leicester yang bermula dari serangan sayap.

Chelsea lemah dalam antisipasi umpan silang, seperti yang terlihat di gol pertama Okazaki dan dua gol Liverpool. Arsenal kerap mengirimkan umpan silang, walau tak langsung disambut dengan sundulan, namun Arsenal mampu membahayakan atau menciptakan lewat bola muntah hasil skema umpan silang.

Tak hanya ancaman dari umpan silang, Arsenal pun bisa mencetak gol melalui umpan terobosan ataupun kemampuan individu para pemainnya. Hal ini yang bisa menjadi pembeda dan akan menebar teror bagi lini pertahanan Chelsea.

Sementara bagi Chelsea, selain bisa tampil spartan selama 90 menit (untuk mencetak gol), kesempatan mencetak gol bagi mereka bisa datang dari sepak pojok atau bola mati. Hal ini yang harus diwaspadai Arsenal dari Chelsea.

Kondisi yg Dapat Menciptakan Arsenal Jungkalkan Chelsea | Game bola

Kesimpulan

 

Melihat kondisi kedua tim, Arsenal tampaknya akan meraih kemenangan pada laga ini. Kubu tuan rumah juga akan unggul soal kebugaran di mana mereka mengistirahatkan para pemainnya pada tengah pekan, ketika Chelsea menurunkan tiga pemain bertahan utama (selama 120 menit) serta menurunkan Diego Costa dan Eden Hazard pada babak kedua.

Absennya Terry juga bisa membuat lini pertahanan Chelsea masih akan menghadapi ancaman masalah kordinasi seperti yang dikatakan Conte. Hal tersebut akan menjadi sasaran empuk bagi lini serang Arsenal yang sedang top form beberapa pekan terakhir.
Kedua kesebelasan bisa jadi akan saling berbalas gol. Namun Arsenal, dengan segala keuntungannya seperti yang sudah disebutkan di atas, tampaknya akan mampu meraih poin penuh dengan kemenangan skor tipis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *