Kam. Okt 22nd, 2020

Dilatih Van Gaal, United Jauh dari Kata Menghibur

ACEHPOKER hadir untuk Anda semua pecinta permainan kartu POKER ONLINE yang khususnya berada di Asia. Dengan sistem teknologi baru dan server kecepatan tinggi akan membuat permainan poker Anda lebih seru dan menarik bersama teman-teman Anda maupun saingan Anda.
Anda Bisa Langsung Daftar DISINI
Kita Juga Ada Sediakan Bermacam – macam Judi Online Seperti Game Acehpoker, Game Bola Online Acehbet, Game Togel & Casino Online Aceh4D
Bagi Yang Belum Daftar Di Agen Kami, Silakan Daftar Di Bawa Ini
Dan Dapatkan Bonus – Bonus Terbesar Di Agen kami
Van Gaal
MANCHESTER – Manajer Stoke City Mark Hughes mulai menebar perang urat syaraf kepada Manchester United. Jelang bertemu di laga Boxing Day Liga Inggris, pelatih yang juga mantan pemain The Red Devils itu mengejek gaya permainan lawannya.

Stoke City yang kini menempati peringkat sebelas klasemen, bakal menghadapi United di Britannia Stadium 26 Desember nanti atau sehari setelah natal. Menghadapi tim rakasasa, Stoke diuntungkan dengan performa menurun United dalam beberapa pertandingan terakhir.

Kekalahan atas Norwich City membuat United terlempar ke posisi lima, tergerus Tottenham Hotpsur yang unggul selisih gol di peringkat empat dengan poin 29. Kekalahan tersebut juga menambah catatan buruk Wayne Rooney dkk di enam pertandingan terakhir.

United mengemas tiga hasil imbang, tiga kekalahan dan hanya mampu mencetak lima gol. Imbasnya, mereka juga tersingkir di Liga Champions dan membuat kursi pelatih jadi panas.

Hughes yang pernah berseragam United dan paham betul permainannya, menilai mantan timnya kini jauh dari kata menghibur. Ia menyebut adalah masalah yang membuat pemain tak bisa memaksimalkan potensinya

“Ada tanggung jawab untuk selalu menghibur. Anda berada di balik panggung klub terkenal di dunia. Itu selalu jadi ciri khas Manchester United. Itu selalu berada di balik kaus dari klub dan tim yang telah menempatkan baju padanya,” kata Hughes dilansirFour four two, Rabu (23/12/2015).

“Ini adalah keinginan besar bisa bermain untuk Manchester United dan tidak banyak bisa menghadapinya. Selama bertahun-tahun, sudah ada beberapa pemain luar biasa yang datang namun belum mampu memenuhi harapan yang muncul dengan menjadi pemain di Inggris. Itu bisa menimbulkan efek,” imbuhnya.

“Saya kira ada sedikit keberisikan di sekitar klub dan perdebatan tentang bagaimana mereka bermain. Saya pikir dengan semua pihak di United bertanggungjawab, maka pemain akan bertanggungjawab juga untuk bangkit dan melakukan hal seperti pemain United lainnya. Sangat diperlukan bisa memahami tuntutan seperti apa untuk menjadi bagian dari klub sebesar Manchester United,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *