Sel. Okt 20th, 2020

Di Inggris, Klopp Merasa Natal Datang Lebih Cepat – Agen Judi Terpercaya

Di Inggris, Klopp Merasa Natal Datang Lebih Cepat 

ACEHPOKER hadir untuk Anda semua pecinta permainan kartu POKER ONLINE yang khususnya berada di Asia. Dengan sistem teknologi baru dan server kecepatan tinggi akan membuat permainan poker Anda lebih seru dan menarik bersama teman-teman Anda maupun saingan Anda.
Anda Bisa Langsung Daftar DISINI
Kita Juga Ada Sediakan Bermacam – macam Judi Online Seperti Game Acehpoker, Game Bola Online Acehbet, Game Togel & Casino Online Aceh4D
Bagi Yang Belum Daftar Di Agen Kami, Silakan Daftar Di Bawa Ini
Dan Dapatkan Bonus – Bonus Terbesar Di Agen kami

di-inggris-klopp-merasa-natal-datang-lebih-cepat-CBP

Acehbet – Buat Juergen Klopp perayaan Natal tahun ini sungguh berbeda. Ia merasa di Inggris, Natal datang lebih cepat dibandingkan di Jerman, negeri kelahirannya.

Musim ini Klopp mulai merasakan ketatnya persaingan kompetisi di Liga Inggris. Jika sebagian negara memanfaatkan momen Natal sebagai libur dan kumpul bersama keluarga hingga akhir tahun nanti, berbeda yang sekarang dirasakannya. Kerja dan kerja terus harus dilakukan mengingat Sabtu (26/12/2015), Liverpool akan menghadapi Leicester City.

Sebagai profesional, Klopp ternyata tidak terganggu dengan padatnya jadwal. Ia malah tertantang untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Klopp merasa apa yang diterima dan alami sekarang buah kerja kerasnya selama ini. Padahal ini berbeda sekali ketika ia masih menjadi pemain. Ia merasa bakatnya pas-pasan.

“Saya tidak punya apa-apa. Tidak punya uang, tidak punya masa depan yang bagus, tapi saya mencintai pertandingan,” ucapnya dilansir Soccerway, Jumat (25/12/2015).

“Saya tidak baik dalam bagian teknis dari permainan dan saya benci dengan diri sendiri untuk masalah ini. Saya sebenarnya perang besar dengan diri sendiri dan sangat buruk dan selalu mengeluarkan kata-kata buruk buat diri sendiri,” lanjutnya.

Namun untuk membunuh semua perasaan tersebut, Klopp menuturkan kalau dirinya hanya berusaha untuk mencintai dan menyukai semua pertandingan. “Saya selalu mencoba mengerti sedikit demi sedikit dari yang tersisa di tim. Itu lah yang membuat saya bertahan pada pertandingan.”

Setelah itu, Klopp pun bermimpi ingin menjadi pelatih. Mimpi tersebut akhirnya terwujud dan tim yang dibesutnya malah memberikan nama besar di dunia.

“Saya selalu merindukan menjadi pelatih sepak bola. Kalau ada orang yang berkata pada saya pada usia 25 tahun untuk berhenti bermain dan beralih jadi pelatih, itu tidak masalah buat saya. Tapi itu terjadi. Saya baru bisa menjadi pelatih di usia 33.”

12347798_181597032190034_8151439613717896335_n

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *