Sab. Okt 31st, 2020

Dunia bola | fakta Mazzarri Bukan Keledai (di Mata Mourinho)

Dunia bola | fakta Mazzarri Bukan Keledai (di Mata Mourinho)

Dunia bola | Pendukung Watford butuh waktu tiga dekade buat sanggup menonton tim kesayangannya mengalahkan Manchester United. Mereka mesti berterima kasih pada Walter Mazzarri.

 

Dunia bola | fakta Mazzarri Bukan Keledai (di Mata Mourinho)

Pelatih asal Italia itulah yg mengakhiri penantian panjang tersebut, diwaktu Watford sukses menekuk MU 3-1 di Vicarage Road, minggu(18/9) tempo hari.

“Saya teramat senang buat fans. Mereka bilang, telah 30 th sejak Watford terakhir kali mengalahkan Manchester United. Ini tentu membawakan banyak kepuasan,” tutur Mazzarri seusai kejuaraan, dikutip dari BBC.

Laki Laki 54 thn itu, yg belum mampu bicara bahasa Inggris, memutuskan meninggalkan negaranya & menerima pinangan Watford pada masa lalu, sesudah ditinggal Quique Sanchez Flores. Dirinya pun mengakhiri masa menganggur nyaris selama dua th semenjak dipecat Inter Milan pada 14 Nopember 2014.

Sesudah seri di laga debutnya & kalah dua kali berturut-turut di kandang sendiri, peruntungan Mazzarri datang di minggu keempat. Menghadapi West Ham, Watford sukses menang 4-2. Mereka lalu meraih yg lebih gede dgn menaklukkan Red Devils.

Sebelum pertandingan Mazzarri dikompor-kompori lagi soal masa lalunya dengan Jose Mourinho. Kedua manajer ini pernah terlibat perang urat saraf sewaktu Mazzarri membesut Napoli dan Mourinho mengendalikan Inter Milan.

Ketika Napoli berhasil menahan Imbang 0-0 di musim 2009/2010, Mazzarri meluapkan kepuasannya dalam meredam Inter, karena Mourinho mengatakan timnya “mudah ditebak”.

“Lihatlah betapa Inter kepayahan, padahal mereka bilang kami gampang ditebak. Mereka bahkan tidak meninggalkan wilayahnya sendiri di sepertiga terakhir pertandingan,” ucap Mazzarri kala itu.
“Saya tidak suka menyetir kontroversi. Tapi kalau diserang, saya takkan jadi orang bodoh. Ini sebabnya saya membalas. Mourinho cuma ngomong, ngomong, dan ngomong, dan kebanyakan sampah.”

 

Mourinho dengan santai meledek rivalnya itu dengan menggunakan sebuah perumpamaan yang pasti takkan terlupakan oleh Mazzarri.

“Mengalahkan saya pasti jadi hal terpenting dalam kariernya. Seekor keledai bisa bekerja keras, tapi takkan pernah menjadi kuda pacuan,” sahut Mourinho.

Well, Mazzarri akhirnya memang bisa mengalahkan Mourinho. Kemenangan itu memberikan pekan yang kelabu buat Mourinho karena MU menelan tiga kekalahan berturut-turut dalam sembilan hari.

Dunia bola | fakta Mazzarri Bukan Keledai (di Mata Mourinho)

“Kemenangan ini memberi kami kepercayaan diri untuk terus bekerja keras. Itu artinya, apa yang kami lakukan setiap hari dalam latihan mulai memperlihatkan hasilnya di lapangan,” ucap Mazzarri.

Mengenai hubungannya dengan Mourinho, Mazzari mengatakan sudah baik. Sebelum pertandingan mereka bertemu dan menganggap masa lalu bukanlah masalah lagi.

“Dalam hidup ada berbagai episode dan momen. Tapi seiring waktu kami mulai lebih saling mengenal. Awalnya kami tidak terlalu kenal. Kami sama-sama pelatih yang ingin tampil sebaik mungkin, dan melakukan apa saja untuk mewujudkannnya. Di Italia kami bertarung untuk posisi teratas, namun tetap berbicara secara profesional. Saya menaruh respek tinggi pada dia. Saya selalu begitu karena dia manajer yang hebat,” sebut Mazzarri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *